Format Audio

Dewasa ini, komputer bukan hanya digunakan untuk mengerjakan tugas perkantoran seperti mengetik dokumen, membuat laporan, mendata uang pendapatan dan pengeluaran perusahaan, dan tugas perkantoran lainnya. Lebih dari itu, saat ini komputer juga dapat digunakan sebagai alat hiburan, misalnya untuk memutar file audio. Bahkan, proses rekaman sebuah lagu pun saat ini sudah menggunakan teknologi komputer dengan bantuan software-software Digital Recording.

Kita sebagai pengguna komputer biasanya kurang memahami tentang jenis-jenis file audio yang kita miliki. Terkadang kita hanya asal menyimpan dan membuka file audio saja, tanpa memperhatikan kualitas dan ukuran file-nya. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini penulis akan mencoba menjelaskan tentang beberapa macam format file audio.

No
Jenis format Audio
penjelasan
1.
Waveform Audio (WAV)
Ekstensi: .wav atau .wv
WAV merupakan format file audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM sebagai standar untuk menyimpan file audio pada PC, dengan menggunakan coding PCM (Pulse Code Modulation). Tidak seperti AAV, file WAV adalah file audio yang tidak terkompres sehingga seluruh sampel audio disimpan semuanya di media penyimpanan dalam bentuk digital. Karena ukurannya yang besar, file WAV jarang digunakan sebagai file audio di Internet.
2.
Audio Interchange File Format (AIFF)
Ekstensi:. aiff, .aif, .aifc
File AIFF merupakan format file audio standar yang digunakan untuk menyimpan data suara untuk PC dan perangkat audio elektronik lainnya, yang dikembangkan oleh Apple pada tahun 1988. Standar dari file AIFF adalah uncomressed code pulse-modulation (PCM), namun ada juga varian terkompresi yang dikenal sebagai AIFF AIFF-C atau aifc, dengan berbagai kompresi codec. format file audio standar yang digunakan oleh Apple. Itu seperti sebuah file wav untuk Mac.
3.
MPEG Audio Layer 3 (MP3)
Ekstensi: .mp3
format MP3 ini dikembangkan oleh seorang Jerman bernama Karlheinz Brandenburg, memakai pengodean Pulse Code Modulation (PCM). Prinsip yang dipergunakan oleh MP3 adalah mengurangi jumlah bit yang diperlukan dengan menggunakan model psychoacoustic untuk menghilangkan komponen-komponen suara yang tidak terdengar oleh manusia – sehingga dapat digolongkan file audio dengan kompresi lossy.
Pada tahun 1991, file MP3 distandardisasi, dan tahun 1994 hingga akhir tahun 2000, popularitas dari MP3 semakin meningkat dengan semakin mudahnya akses Internet.
Munculnya software untuk menjalankan file MP3 seperti Winamp di tahun 1997 yang dikembangkan oleh Nullsoft, dan player console untuk Linux, mp123 , juga membuat file MP3 semakin digemari.
4.
Advanced Audio Coding (AAC)
Ekstensi nama file: .m4a, .m4b, .m4p, .m4v, .m4r, .3gp, .mp4, .aac
AAC merupakan format audio menggunakan lossy compression (data hasil kompresi tidak bisa dikembalikan lagi ke data sebelum dikompres secara sempurna, karena ada data yang hilang).
Cara kerja dari AAC:
1. Bagian-bagian sinyal yang tidak relevan dibuang.
2. Menghilangkan bagian-bagian sinyal yang redundan.
3. Dilakukan proses MDCT (Modified Discret Cosine Transform) berdasarkan tingkat kompleksitas sinyal.
4. Adanya penambahan Internal Error Correction.
5. Kemudian, sinyal disimpan atau dipancarkan.
Kepopuleran format ini dikarenakan audio codec-nya yang menyempurnakan MP3, seperti pada jangkauan sample rate yang lebih banyak (8 Hz-96 kHz), memiliki 48 channel, dan suara yang lebih bagus untuk bit yang lebih rendah (dibawah 16 Hz).
5.
MIDI
Ekstensi: .mid
Merupakan standar yang dibuat oleh perusahaan alat-alat musik elektronik berupa serangkaian spesifikasi agar berbagai instrumen dapat berkomunikasi. Dengan menggunakan format MIDI, perangkat elektronik seperti keyboard dan komputer dapat melakukan sinkronisasi satu sama lain.
Interface MIDI terdiri dari 2 komponen, yaitu:
1. Perangkat keras, merupakan hardware yang terhubung dengan peralatan (keyboard/komputer).
2. Data format yang mengandung pengkodean informasi (spesifikasi instrumen, awal/akhir nada, frekuensi dan volume suara).
6.
Monkey’s Audio
Ekstensi: .ape, .apl
Merupakan format file audio dengan kompresi lossless sehingga tidak mengurangi kualitas suara. Umumnya, sebuah file audiod dengan format Monkey’s Audio mempunyai ukuran lebih besar 3-5 kali dibandingkan dengan format MP3 (pada bitrate 192 Kb/s). Secara resmi, Monkey Audio hanya mendukung platform Windows, seperti yang ditulis di website resminya. Pada masa-masa mendatang, Monkey Audio akan mendukung untuk platform Linux dan Mac OS. Player yang dapat digunakan untuk menjalankan file format ini adalah Monkey’s Audio.
7.
WMA (Windows Media Audio) WMA (Windows Media Audio) adalah format audio yang dikembangkan oleh Microsoft mulai tahun 1990. Format ini lebih disukai para vendor musik online karena dukungannya terhadap Digital Rights Management (DRM). DRM adalah fitur untuk mencegah pembajakan musik, hal yang saat ini sangat ditakuti oleh hampir seluruh pelaku bisnis studio musik. Kelebihan WMA bukan hanya dukungannya terhadap DRM. Kualitas musik yang ditawarkan format WMA lebih baik dari pada MP3. Tes yang dilakukan situs Extremetech.com menunjukkan format ini juga kualitasnya lebih baik dari pada AAC. Karena WMA dikembangkan oleh Microsoft, maka Sample Music yang ada pada setiap edisi Windows biasanya menggunakan format WMA. Coba Anda dengarkan sendiri Sample Music yang ada pada komputer Anda (biasanya terdapat dalam folder My Documents) dan coba perhatikan kualitasnya. Selain itu, perangkat lain seperti handphone pun saat ini sudah mendukung format WMA.
8.
Ogg Vorbis Merupakan satu-satunya format file audio yang gratis. Format lain yang disebutkan di atas umumnya memiliki hak paten. Pengembang peranti lunak atau pembuat peranti keras harus membayar lisensi untuk produk yang dapat memainkan format file tersebut. Tapi tidak demikian untuk Ogg Vorbis yang bersifat gratis, pengembang perangkat keras dan perangkat lunak bisa bebas menggunakannya tanpa dikenakan biaya lisensi. Dari segi kualitas, kelebihan Ogg Vorbis adalah kualitas suara yang tinggi pada bitrate rendah. Kelebihan ini umumnya tidak dimiliki oleh format file audio yang lain. Pada umumnya bitrate yang rendah akan menghasilkan kualitas suara yang rendah pula. Peranti lunak popular seperti Winamp dan pelopor pemutar MP3 portabel Rio sudah mendukung format ini dalam model terbarunya. Walaupun demikian dukungan peranti keras terhadap format ini masih jarang. Format Ogg Vorbis ini cocok untuk Anda yang memiliki media penyimpanan berkapasitas kecil namun menginginkan kualitas audio yang tinggi.
9.
Real Audio Format Real Audio mulai dikembangkan oleh Real Networks pada tahun 1995. Format file audio ini awalnya dikembangkan untuk transmisi bandwidth yang rendah. umumnya Real Audio menggunakan bitrate rendah dan digunakan dalam layanan streaming audio. Pada bitrate 128 kbps ke atas, Real Audio menggunakan standar AAC MPEG-4.

Dari penjelasan tentang beberapa format file audio di atas, diharapkan kita dapat lebih memahami tentang kualitas file audio, memory penyimpanan yang dibutuhkan, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kita. Pilihan jenis file audio yang tepat dan sesuai kebutuhan akan lebih menghemat pemakaian harddisk ataupun media penyimanan lain yang kita gunakan. Di samping itu, kita juga akan memperoleh kualitas audio yang terbaik yang kita inginkan dengan pilihan jenis file audio yang tepat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s